http://koperasi-kita.com/wp-content/uploads/2018/10/FIELD-TRIP-vertikal.jpg http://koperasi-kita.com/wp-content/uploads/2018/10/web-banner-Kita-Online-Vertikal-mobile-dummy-logo.jpg

Terbaru dari KITA

Koperasi Industri Tanah Air bersiap untuk meluncurkan  toko online melalui http://kita-online.com. Tujuannya adalah untuk menyalurkan dan memasarkan produk dari anggota dan rekanan KITA sehingga KITA dapat terus berkembang sambil  mendukung kemajuan industri nasional dimulai dari level grass-root yakni UKM dan start-up. Kami mengundang  anggota KITA, produsen dan investor untuk berpartisipasi. Kontak pengurus KITA untuk pelajari lebih lanjut.

Pesan Kementerian Koperasi dan UKM ke KITA (17 Juli 2017)

https://nasional.kontan.co.id/news/pesan-kementerian-koperasi-ke-kita

JAKARTA. Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram menyambut baik berdirinya Koperasi Industri Tanah Air (KITA) namun ia berpesan agar jangan sampai pengurus menyalahgunakan uang anggota. Hal tersebut Agus ungkapkan dalam arahan Kemenkop pada peresmian berdiri KITA di Kementerian Perindustrian, Senin (17/07).

“Mendirikan koperasi mudah tapi menjalankannya sulit. Jangan sampai koperasi jadi praktik penyalahgunaan oleh pengurus. Salah satu indikasinya adalah bunga pinjaman di atas 10% maka itu mencurigakan,” ungkap Agus.

Selanjutnya, Agus menyarankan agar KITA tidak hanya melayani anggota koperasi saja tapi turut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tak hanya itu, Agus merekomendasi agar KITA juga memiliki unit usaha simpan pinjam seperti koperasi pada umum agar dapat memudahkan anggota koperasi.

Agar dapat membantu koperasi tumbuh di tanah air, Agus menyatakan Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan berbagai program di antaranya bantuan pendirian secara badan hukum, bantuan pelatihan teknis, wirausaha, manajerial.

Selanjutnya ada program bantuan pinjaman melalui Lembaga Pengelola Dana Bergilir (LPDP) yang dapat memberikan pinjaman dana hingga Rp 10 M dengan bunga 8%.

Ada bantuan fasilitas impor untuk ekspor yakni Rp 0 untuk bea masuk barang-barang impor untuk memproduksi berbagai barang ekspor. Ada bantuan pengembangan ekspor yang memberikan kredit untuk ekspor dengan kredit usaha rakyat (KUR) 9%.

Selanjutnya untuk pemasaran pemerintah melalui Kemenkop dan UKM juga memberikan bantuan berupa penanggungan 1/2 biaya akomodasi pameran hasil produksi koperasi. Ada juga lembaga pemasaran Kemenkop yang selalu memasarkan produk-produk unggulan koperasi setiap provinsi. Selanjutnya pemerintah tengah menyiapkan program retribusi aset perkebunan untuk digarap oleh koperasi.

Asal tahu saja saat ini sudah terdapat 100 anggota yang terdaftar sebagai anggota KITA. Adapun yang menjadi anggota koperasi kita terdiri dari kumpulan organisasi profesi di antaranya Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI), dan Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI).

Agar dapat menjadi anggota koperasi ini hanya diperlukan biaya administrasi Rp 100.000 dan iuran bulanan sebesar Rp 10.000.

 

Memperin Airlangga Hartarto pada Peresmian Koperasi Industri Tanah Air (KITA) (17 Juli 2017)

https://www.gatra.com/rubrik/ekonomi/korporasi/274566-airlangga-hartarto-dukung-koperasi-jadi-agen-pemerataan-ekonomi

Jakarta, GATRAnews – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendukung peran koperasi menjadi kekuatan baru yang bisa mengakselerasi peningkatan daya saing industri dalam negeri terutama sektor kecil dan menengah. Hal ini karena koperasi dinilai mampu menghimpun dan melibatkan masyarakat dalam menumbuhkan aktivitas wirausaha sehingga juga dapat mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia.

“Bersama Kementerian Koperasi dan UKM, kami terus memacu koperasi sebagai mesin perekonomian yang inklusif di Tanah Air. Upaya ini akan menumbuh kembangkan industri kecil dan menengah (IKM),” kata Menperin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/7).

Menperin mengatakan hal itu pada Peresmian Koperasi Industri Tanah Air (KITA) di Kementerian Perindustrian, Jakarta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram. Pembentukan KITA merupakan bentuk kerja sama tiga organisasi, yakni Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI – PII), Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi TeknikIndustri (BKSTI), serta Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri (ISTMI).

Kepada Pengurus dan Anggota KITA, Airlangga menyampaikan, dibutuhkan kecepatan, kreativitas dan inovasi dalam menghadapi situasi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini. Untuk itu, perlunya kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah, perusahaan dan perguruan tinggi dalam menghasilkan produk-produk unggulan karya anak bangsa yang mampu membanjiri pasar dunia.

Airlangga pun menegaskan, pihaknya telah menjalankan berbagai program dan kebijakan strategis guna mewujudkan posisi Indonesia sebagai negara industri maju. Langkah pertama adalah penguatan SDM industri melalui pendidikan vokasi.

“Kementerian Perindustrian menginisasi transformasi pendidikan dengan meluncurkan program link and match antara SMK dengan industri,” jelasnya.

Menurut Airlangga, program tersebut telah menggandeng lebih dari 200 SMK dan ratusan industri di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. “Pada pekan depan, kami akan launching kembali untuk wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

Selain link and match, Kemenperin juga mendorong melalui Diklat 3 in 1 untuk industri padat karya seperti sektor industri garmen. Langkah kedua, yaitu pendalaman struktur industri.

“Upaya ini untuk penguatan pohon industri, khususnya pada sektor hulu. Dengan program ini, kami berharap bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan dunia pada beberapa sektor industri seperti industri stainless steel, pulp and paper serta otomotif. Selain itu, industri baja yang ditargetkakan mampru memproduksi 10 juta ton per tahun,” paparnya.

Ketiga, pengembangan sektor IKM melalui digitalisasi. “Sektor digital sedang tumbuh tinggi saat ini, maka kami mendorong agar IKM Indonesia dapat memanfaatkan e-commerce local dan fintech local untuk memperluas pasar produk-produk IKM,” tuturnya.

Untuk kebijakan ini, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM. Langkah keempat, memacu industri padat karya berorientasi ekspor. Kemenperin tengah mendorong agar industri padat karya yang memiliki pangsa pasar ekspor besar seperti tekstil, perhiasan, furniture, elektronika dapat ditingkatkan produktivitas dan daya saingnya dalam upaya pemerataan ekonomi nasional.

Dan, kelima, langkah Kemenperin yaitu mendorong industri nasional untuk mengimplementasikan Industri 4.0 agar lebih efisien dan produktif. “Industri 4.0 ini relatif baru di dunia, namun seluruh negara-negara khususnya negara-negara G20 berlomba-lomba untuk dapat masuk dalam fase ini,” ujarnya. Penerapan Industri 4.0 ini dapat dilihat pada sektor industri elektronika, makanan dan otomotif.

Sementara itu, Ketua KITA Indracahya Kusumasubrata mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam pengembangan industri nasional khususnya sektor IKM dan penyiapan pelaksanaan Industri 4.0. Untuk itu akan membentuk Yayasan Komunitas Teknik Industri Indonesia dan Indonesia Industrial Development Center sebagai salah satu mitra pemerintah.

“Kami telah mencantumkan misi untuk meningkatkan sektor industri baik barang maupun jasa. Kami sangat berkepentingan di sektor riil ini, karena bila industri maju, negara pasti berkembang,” paparnya.

Dengan semangat gotong royong, KITA optimistis bisa menyelesaikan secara berasma tentang kendala yang tengah dihadapi pelaku industri saat ini. “Apalagi, seperti IKM, ternyata persentase pendapatan nasionalnya justru lebih besar dari perusahaan besar,” ungkap Indracahya.

“Kami telah mencantumkan misi untuk meningkatkan sektor industri baik barang maupun jasa. Kami sangat berkepentingan di sektor riil ini, karena bila industri maju, negara pasti berkembang,” paparnya.

Dengan semangat gotong royong, KITA optimistis bisa menyelesaikan secara bersama tentang kendala yang tengah dihadapi pelaku industri saat ini. “Apalagi, seperti IKM, ternyata persentase pendapatan nasionalnya justru lebih besar dari perusahaan besar,” ungkap Indracahya.

 

YM. Sultan Sepuh XIV, PRA. Arief Natadiningrat, SE. memberikan dukungan moril atas pembentukan KITA

Ketua KITA, Ir. H. Indracahya Kusumasubrata, IPU, bersilahturahmi dengan YM. Sultan Sepuh XIV, PRA. Arief Natadiningrat, SE., di Keraton Kasepuhan Cirebon dalam rangka memohon doa restu atas pendirian Koperasi Industri Tanah Air (KITA). Dalam pertemuan bernuansa kekeluargaan tersebut, YM. Sultan Sepuh XIV, memberikan dukungannya atas pendirian KITA dan berharap KITA dapat juga bekerjasama mengembangkan potensi produk-produk lokal dari daerah Cirebon.

Tentang KITA

KITA singkatan dari Koperasi Industri Tanah Air, adalah Koperasi Jasa berskala Nasional  yang sejak awal pendiriannya terkait erat dengan Komunitas Teknik Industri Nusantara serta berkonsultasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

KITA disahkan pada tanggal 24 Juli 2017 melalui Keputusan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor : 004800/BH/M.KUKM.2/VII/2017 tentang Pengesahan Akta Pendirian Koperasi Jasa Industri Tanah Air.